04 August 2012

"PENYAKIT CINTA DUNIA"

Assalamualaikum....

Rasulullah SAW bersabda: Akan datang suatu masa, dalam waktu dekat, ketika bangsa-bangsa (musuh-musuh Islam) bersatu-padu mengalahkan (memperebutkan) kalian. Mereka seperti gerombolan orang rakus yang berkerumun untuk berebut hidangan makanan yang ada di sekitar mereka”. Salah seorang shahabat bertanya: “Apakah karena kami (kaum Muslimin) ketika itu sedikit?” Rasulullah menjawab: “Tidak! Bahkan kalian waktu itu sangat banyak jumlahnya. Tetapi kalian bagaikan buih di atas lautan (yang terombang-ambing). (Ketika itu) Allah telah mencabut rasa takut kepadamu dari hati musuh-musuh kalian, dan Allah telah menancapkan di dalam hati kalian ‘wahn’”. Seorang shahabat Rasulullah bertanya: “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan ‘wahn’ itu?” Dijawab oleh Rasulullah saw.: “Cinta kepada dunia dan benci kepada mati”. (Riwayat Imam Bukhari)

Bila kita merenungi makna hadits di atas, prediksi Rasulullah terhadap akhlak umatnya di akhir zaman kiranya telah nyata di depan mata kita. Sikap, perkataan, dan tingkah laku ummat Islam sekarang telah membuktikan ucapan nabi empat belas abad yang lalu. Umat Islam sulit diajak untuk mengamalkan Islam dengan sungguh-sungguh dan benar. Kosongnya mushalla, meunasah dan mesjid dari jama’ah telah menjadi ciri-ciri kebobrokan umat Islam sekarang ini.

Sungguh tidak sebanding antara pertumbuhan penduduk di suatu wilayah, desa atau kota dengan pertumbuhan jumlah jama’ah di tempat-tempat ibadah. Kita melihat kaum muslimin berkerumun di sekitar mushalla, meunasah atau mesjid saat suara azan berkumandang, namun sedikit dari mereka yang memenuhi seruan azan tersebut. Di kantor-kantor pemerintah telah tersedia mushalla atau masjid, akan tetapi saat azan menggema orang masih saja nongkrong di tempatnya padahal saat itu kesibukan kantor telah dihentikan untuk sementara.

Inilah secuplik gambaran kondisi kaum muslimin saat ini. Kenapa hal ini terjadi? Karena mereka lebih mencintai kehidupan dunia ketimbang kehidupan dan kepentingan akhirat. Mereka lebih mengutamakan kelezatan dunia yang sementara ini dibandingkan dengan kekekalan negeri akhirat yang tidak ada ujungnya. Inilah yang disebut nabi, hubbuddunya wa karahiyatul akhirah (mencintai kehidupan dunia dan benci terhadap kehidupan akhirat). Hampir dipastikan kalau orang telah menggenggam dunia erat-erat maka akhirat akan terlepaskan, sebaliknya kalau telah menggenggam akhirat maka dunia akan tergenggam dengan sendirinya.

Jadi merebaknya pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, perzinaan, korupsi, suap-menyuap dan bentuk kemaksiatan lainnya adalah akibat dari mengindapnya penyakit kronis cinta dunia dan benci akhirat. Sebagai illustrasi sederhana kita berbangga dengan memiliki satu karung mentimun Aceh. Akan tetapi setelah dibuka ternyata hanya sebagian kecil saja yang bisa diandalkan yang lainnya semuanya kerdil (bingko). Atau banyaknya kaum muslimin bagaikan buih di lautan yang tidak ada nilai dan manfaatnya. --- share dari link fb --- — PENYAKIT CINTA DUNIA

No comments:

Post a Comment