26 November 2014

Apa yang mesti kita lakukan sebagai ahlussunnah dalam menghadapi kelompok sempalan Wahabi Salafi? Mari lihat penjelasan singkatnya yang disampaikan oleh Guru Mulia Al-Habib Umar bin Hafidz Yaman.

share dari link fb ~Pencinta Majlis Rasulullah

Apa yang mesti kita lakukan sebagai ahlussunnah dalam menghadapi kelompok sempalan Wahabi Salafi? Mari lihat penjelasan singkatnya yang disampaikan oleh Guru Mulia Al-Habib Umar bin Hafidz Yaman.

Pertanyaan:

Bagaimana kita menyikapi kelompok Salafi atau Wahabi? Apakah tidak perlu berdebat dengan mereka sementara mereka salah dalam masalah furu’ dan usul? Seperti seringkali mereka mengatakan, ini bid’ah, sesat, ahli neraka. Bagaimana boleh kita membiarkan mereka sementara banyak orang mulai tertarik dengan mererek? Bagaimana semestinya kita menyikapi mereka?

Jawaban Guru Mulia Al-Habib Umar bin Hafidz:

Adapun penjelasannya adalah bahwa mereka semua sama seperti yang lainnya dari aliran-aliran yang sudah kita terangkan tadi yang merupakan aliran-aliran sesat dan keluar dari jalan yang benar.

Tugas kita terhadap mereka adalah memberikan penjelasan yang baik, memperjelas dan mengukuhkan nas dan dalil bagi umat serta menerangkan kepada masyarakat di pesantren-pesantren kita, sekolah-sekolah, masjid-masjid, begitu juga pada saat pelajaran dan ceramah yang bersifat umum tanpa perlu menyebut nama-nama mereka atau pengikut mereka mahupun organisasi dan massa mereka. Kerana mereka tidak utama bagi kita untuk membuang tenaga kita hingga harus disebut-sebut di mimbar-mimbar atau pun di masjid-masjid kita. Kesibukan kita merespon hal itu, merupakan hal yang diinginkan oleh para musuh Allah yang mereka mulai semenjak mereka ciptakan isu tersebut untuk mengganggu konsentrasi kita. Kerana mereka datang tidak sendirian, di belakang mereka itu ada lembaga-lembaga pendidikan yang didukung dana dan berbagai program yang terencana yang bersumber dari musuh besar umat Islam.

Mereka muncul kerana umat Islam di Asia Tenggara majoriti adalah dari kalangan Syafi’iyyah dan Asy’ariyyah. Jika mereka konsisten menjalankan ajarannya maka akan tegak kukuh ajaran Islam tanpa ada masalah. Tentunya hal ini adalah tidak mereka sukai, lalu mereka menyusupkan kaki tangan mereka dari kalangan umat Islam yang mensyirikan umat Islam, membid’ahkan dan menganggap mereka sesat, mengangkat dan merendahkan mereka.

Kita bertugas menunaikan kewajiban kita dengan memberikan penjelasan dan memaparkan dalil-dalil bagi diri kita, keluarga kita, kalangan pesantren dan masjid kita serta siapa pun yang mahu mendengarkan tanpa perlu menyebut nama-nama mereka dan massanya dan tidak perlu membuka peluang perdebatan yang tidak produktif. Kalaupun kita harus berdebat, maka kita akan mendebat mereka dengan cara yang terbaik, tidak perlu sampai panik hingga terjadi keributan sampai bergaduh menggunakan fizikal kita.

Cukup dengan memberikan penjelasan yang santun. Tentunya hal ini (kesantunan) tidak kita temukan pada mereka. Mereka tidak akan pernah berdialog dan berdebat denganmu dengan santun, kerana mereka terbiasa terdidik untuk tidak bersopan santun. Oleh karena itu, jika ada orang yang tidak pandai berdebat dengan baik maka jangan engkau layani. Sampai ada yang mengerti debat dengan cara yang baik, baru kita layani dengan yang lebih baik lagi. Kalau tidak, maka kita hindari saja.

Namun, jika ada diantara mereka yang berbicara di satu forum dan kita ada di sana maka kita wajib meresponnya dengan memberikan penjelasan kepada para pendengar. Selagi di majelis memang ada yang mendengarkannya dan mengambil manfaat maka kita harus menjelaskan kepadanya permasalahan yang sebenarnya. Kita tentunya menjelaskannya dengan adab yang santun dan mereka dengan ketidaksantunan mereka. Biarkan mereka berbicara dengan tidak santun tapi kita harus tetap berbicara dengan santun.

Nabi Isa bin Maryam saat menjawab tohmahan orang Jahil yang mencacinya, Beliau, Nabi Isa mendo’akan kebaikan untuknya. Lalu Si Jahil mencaci lagi, kemudian Beliau membalasnya dengan do’a kebaikan. 

Lalu dicaci lagi untuk ketiga kalinya, tetap saja Beliau mendo’akannya. 

Kemudian berkata salah seorang Hawariyyun, pengikutnya: “Wahai Ruhullah, Wahai Nabi Isa, orang ini tidak memujimu atau memberi kebaikan untukmu. dia mencacimu lalu engkau mendo’akannya?

Jawab Isa as .. “Setiap orang memberi apa yang dia miliki“, jawab beliau. “Setiap orang memberi apa yang dia miliki. Dia hanya memiliki itu (cacian) dan saya memiliki ini (do’a)“.

Ahlussunnah memiliki adab sopan santun sementara mereka adalah orang-orang yang tidak mengenal adab sopan santun. Pada akhirnya nanti Allah akan munculkan pula orang-orang yang akan menandingi mereka. Level para ulama tinggi dan tidak layak berhadapan dengan mereka. Sementara mereka yang tidak santun nantinya akan dilawan pula dengan orang-orang yang sama tidak santunnya yang akan menghadapi dan memberikan pelajaran kepada mereka.

Berkata al-Imam Ja’far Shodiq: ‘Tersesat, orang yang tidak mempunyai seorang guru yang membimbingnya dan terhina orang yang tidak memiliki orang lancang yang membelanya. Kalau ada orang bodoh datang mendebat, biarkan dihadapi pula oleh orang yang lancang dari kelompok yang benar. Orang-orang bodoh dan kelompok sesat tidak seharusnya dihadapi oleh ulama dan cendekiawan dari kelompok yang benar. Orang bodoh dari aliran sesat biar dihadapi oleh pendukung ajaran yang benar yang sama lancangnya.

Mereka menyadari Allah akan melindungi kita dari keburukan dan marabahaya yang mereka rencanakan. Kita harus tetap konsisten memberikan penjelasan dan memantapkan dalil dan membina dengan baik putra putri kita tanpa perlu membuka peluang untuk debat hingga akhirnya kita terjebak dengan kesibukan yang diciptakan oleh musuh-musuh kita. Kita tunaikan kewajiban kita dalam urusan ini dan menjelaskan jalan yang benar.

Jika ada satu isu diangkat di depan kita, maka kita respon dengan cara yang terbaik. Jangan sampai kita lupa akan tugas kita yaitu membina hubungan masyarakat yang harmoni dengan Allah. Jangan sampai kesibukan isu itu membuat solat kita tidak khusyu’, mengabaikan perbuatan berbakti kepada keuda orang tua atau pun kurang silaturahim. Tidak! Ini tidak boleh terjadi, jangan biarkan hal ini menyita perhatian masyarakat hingga melupakan tugas ulama yang Allah bebankan kepada mereka.

blog saya satu lagi boleh dilawati :  http://jasminshahab205.blogspot.com/

25 November 2014

Ustazah Norhafizah Musa ada nasihat berguna untuk menjadi ibu yang terbaik.

share dari link fb ~Anugerah

Ustazah Norhafizah Musa ada nasihat berguna untuk menjadi ibu yang terbaik.

blog saya satu lagi boleh dilawati :  http://jasminshahab205.blogspot.com/

DOA NABI AYUB AS

share dari link fb ~Klinik Rawatan Islam Nur Isyraq

DOA NABI AYUB AS

Dan (sebutkanlah peristiwa) Nabi Ayub, ketika dia berdoa merayu kepada Tuhannya dengan berkata: Sesungguhnya aku ditimpa penyakit, sedang Engkaulah sahaja yang lebih mengasihani daripada segala (yang lain) yang mengasihani. 

(Surah Al-Anbiya : ayat 83) 

blog saya satu lagi boleh dilawati :  http://jasminshahab205.blogspot.com/

24 November 2014

Ini dunia hanya singgah untuk kamu melintasi ke akhirat sahaja.Dengan hartanya,kerjanya,keluarganya semuanya hanya R&R .

share dari link fb ~Pencinta Majlis Rasulullah

Berkata Sayyidil Habib Ali Zaenal Abidin Al Hamid :

"Jadilah kamu didunia ini seumpama kamu orang asing atau orang yang sedang melintasi tempat persinggahan " .

Ini dunia yang ada penuh dengan pelbagai macam yang menarik perhatian kita,orang kalau hari raya balik kampung yang singgah di R&R itu,adakah dia akan duduk disitu,tidur disitu?pasang khemah disitu? .

Ini dunia hanya singgah untuk kamu melintasi ke akhirat sahaja.Dengan hartanya,kerjanya,keluarganya semuanya hanya R&R .

Orang kalau bermusafir berbeza dengan orang yang mahu berpindah,orang yang bermusafir dia akan bawak bekal secukupnya,dia takkan bawak bekal berat-berat,seboleh mungkin nak diringankan .

Seperti itulah kita didunia ini,yang mana ianya hanya tempat persinggahan/musafir untuk kita untuk menuju ke akhirat.

-Wallahu 'Alam-
 

blog saya satu lagi boleh dilawati :  http://jasminshahab205.blogspot.com/  

PIZZA SARDIN DAN SOSEJ

share dari link fb ~1001 Idea Masakan & Makanan

PIZZA SARDIN DAN SOSEJ

BAHAN DOH PIZZA :
200 grm tepung gandum
125 ml air suam
1 paket yis segera
2 camca besar mentega atau minyak zaitun
1 sudu besar gula halus
1/2 sudu kecil garam halus
1-2 sudu besar shortening

BAHAN UNTUK TOPPING :
1/2 tin sos speghetti Prego perisa traditional
1 tin besar sardin
1 biji bawang - dipotong nipis-nipis
Sosej ayam secukupnya
Cheese monzarella
Cheese cheeder

CARA MEMASAK :
UNTUK DOH :- Bancuh yis serta gula dengan 3 sudu air suam , kacau rata dan tunggu berbuih. Gaul garam dengan tepung hingga rata kemudian buat lubang dibahagian tengah tepung, tuang bancuhan yis dan air suam sedikit demi sedikit sambil menggaul tepung hingga menjadi doh. Uli hingga lembut dan masukkan shortening kemudian masukkan mentega dan uli hingga doh licin dan tidak melekat pada jari (kena uli lama juga anggaran 10-15 minit) . Doh yang dah cantik diuli menjadi bentuk bulat dibiarkan rehat di dalam bekas kemudian tutup dengan kitchen towel yang besih dan biarkan 40 minit atau hingga naik sekali ganda.

-Bila doh dah naik cantik , tumbuk-tumbuk doh tadi untuk keluarkan udara dan uli sikit lagi kemudian doh ni boleh la di canai dalam anggaran setebal 0.5 cm dan diletak diatas tray pizza dan gunakan jari je untuk meleperkan doh , saya tekan je guna jari sampai doh menutupi seluruh pemukaan tray pizza, senang je . Cucuk pada seluruh pemukaan doh dengan garfu dan bakar doh pada suhu 180`C selama 10-15 minit . Bila doh dah masak keluarkan dan ketepikan sekejap bagi sejuk sikit .

- Campurkan semua ikan sardin bersama bawang besar yang dicincang serta buah tomato yang juga dipotong kecil-kecil . Hancur-hancurkan ikan sardin serta gaul mesra semua bahan-bahan ni.

-Sapu sos pada pemukaan doh tadi, kemudian boleh la ditaburkan ikan sardin , sosej dan last sekali taburkan cheese monzarella serta cheedar .Masukkan pizza ke dalam oven dan bakar selama 30 minit pada suhu 180 darjah celcius atau sehingga topping masak kekuningan .

blog saya satu lagi boleh dilawati :  http://jasminshahab205.blogspot.com/  

Jangan hanya mendiamkan diri apabila ahli sufi yang benar dihukum SYIRIK dan SESAT !

share dari link fb ~Ibnu Nafis

Jangan hanya mendiamkan diri apabila ahli sufi yang benar dihukum SYIRIK dan SESAT !

Oleh Habib Ali Al Jufri - 

Walaupun ada yang mempergunakan kalam Ibnu Taimiyyah untuk mengecam ahli sufi, beliau tetap memuji tasawwuf dan merasa terhormat dirinya memiliki hubungan sanad dengan Imam Abd Qadir al Jailani. 

Ibnu Qayyim yang sering dijadikan peluru untuk menembak ahli sufi, malah menulis tiga jilid kitab tentang tasawwuf iaitu Madarij al Salikin fi Syarh Manazil Sa'irin. Imam Ahmad bin Hanbal menulis Kitab al Zuhd. Imam hafiz az Zahabi menulis Siyar A'lam an Nubala' yang bukan hanya mendedahkan biografi Imam hadith tetapi juga para imam besar tasawwuf contohnya Ma'ruf al Kurkhi begitu juga kitab Sifat as sofwah karya Imam Ibn Al Jauzi.

Begitulah keadaan para ulama hadith yang bergelar al hafiz yang kadang-kadang mereka tuduh benar, kadang-kadang salah. Bahkan ketika bersangkutan dengan aqidah, mereka katakan para ulamak salafussoleh itu salah semuanya. Jadi menurut mereka, aqidah Ibnu al Jauzi itu salah. Aqidah Imam an Nawawi itu salah, kerana ia menulis sejarah hidup guru-gurunya yang meriwayatkan hadith sampai kepada Imam Muslim dan menyebut mereka sebagai sufi. Aqidah Imam az Zahabi salah. Aqidah Imam al Suyuthi salah. Demikian pula aqidah Imam as Subki, imam As Sakhawi, Imam Ibn Hajar serta imam mazhab yang merujuk kepada kaum sufi dan memegang ucapan-ucapan mereka untuk melembutkan hati. 

Jika mereka menuduh kaum sufi itu syirik dan sesat, bererti mereka tidak percaya kepada al Quran dan hadith yang ada sekarang. 

Kenapa ? 

Kerana seluruh sanad dan rantaian riwayat al Quran dan hadith yang sampai kepada kita sekarang penuh dengan ahli sufi. Setiap periwayatan bacaan al Quran yang tujuh (qira'ah sab'ah) atau yang sepuluh (qira'ah 'asyarah) pasti di dalamnya ditemukan imam sufi. 

Sesiapa yang boleh menyemak sohih Bukhari dan Sohih Muslim serta kitab-kitab hadith yang lainnya tanpa melalui perawi yang bukan sufi ? Jika ada yang mengatakan (ahli sufi) itu musyrik, mereka kafir, dan kita diam sahaja. Ini ertinya bencana akan mengancam generasi setelah kita. Yang mereka tahu tentang para sufi kemudiannya adalah bahawa mereka kafir dan sesat. 

Sekarang ini, kita seperti malas bertindak. Padahal di luar sana, melalui khutbah, kaset, dan buku-buku berbagai kebohongan telah dihembuskan sekelompok orang yang tidak menjaga ketaqwaan kepada Allah ketika berbicara tentang orang-orang soleh. Berbagai tuduhan-tuduhan serong diarahkan kepada kaum sufi. 

Jika ini dibiarkan, tentu generasi setelah kita akan berkesimpulan bahawa hadith dan al Quran yang mereka terima tidak dapat dipercayai kerana diriwayatkan kaum sufi yang mereka ketahui kafir dan sesat. 

Sumber rujukan : dari kitab Ma'alim al Suluk li al Mar'ah al Muslimah, Karya Habib Ali Al Jufri, Terbitan Dar al Ma'rifah, Beirut, cet 5, 1428 H/2007M 

Terjemahan : Habib Ali al Jufri, Terapi Ruhani Untuk Semua, Cet II 2012, Penerbit Zaman, Jakarta

blog saya satu lagi boleh dilawati :  http://jasminshahab205.blogspot.com/  

TOLAKLAH BALA’ DENGAN SEDEKAH

share dari link fb ~ Majelis At-Thahiriyah

TOLAKLAH BALA’ DENGAN SEDEKAH 

ALMUSNID ALHABIB UMAR BIN MUHAMMAD BIN SALIM BIN HAFIDZ berkata: 

Mau menolak bala’ tolaklah bala’ sedekah. Sungguh sesuap sedekah itu menolak bala dan musibah. Rasulullah bersabda: “Bersegeralah kalian bersedekah di pagi hari sebab bala apabila mau datang tidak dapat melompati dan mendahului sedekah Itu”.

Dan diriwayatkan daripada seorang wanita dari kaum Bani Israel. Diriwayatkan kalau dia sedang memakan makanan tinggal ada satu suapan makanan terakhir. Udah dia bawa ditangannya udah ingin dia suap dia makan, tau-tau dia lihat ada seseorang yang meminta maka dia berikan kepada fakir miskin yang meminta itu.

Maka beberapa hari setelah kejadian itu datang seekor serigala yang. Serigala tersebut menerobos ke dalam rumahnya, ada anak bayi anak wanita tersebut diambil direnggut dan dibawa lari ke hutan. 

Maka wanita itu menjerit mengejar serigala itu dengan kalang kabut dan berkata: “Anakku..anakku.. 

Maka dengan tiba-tiba ada seseorang yang menghentikan serigala tersebut. Dikeluarkan anak wanita itu dari mulut serigala. Kemudian diusap anak tersebut tidak berbekas tidak ada sakit sama sekali.

Maka diberikan itu anak kepada si ibu. Maka ibu tersebut bersyukur kepada Allah dan bertanya: “ Siapa gerangan engkau yang mana engkau telah menyelamatkan anakku”

Aku adalah seorang Malaikat yang mana sebelumnya aku berada di langit ke empat. Maka ketika serigala menyerang anakmu. 

Maka Allah Ta’ala berkata kepadaku: ”Segera turun dan ambil anak tersebut dari mulut serigala dengan izin-KU dan juga usap hingga sembuh dengan izin-KU.dan katakan kepada si ibu bahwasanya suapan dibalas dengan suapan”. 

Engkau sudah memberikan suapan sedekah kepada seorang miskin nah ini sekarang kami kembalikan suapan serigala yang akan memakan anakmu kami kembalikan kepada engkau.
 

blog saya satu lagi boleh dilawati :  http://jasminshahab205.blogspot.com/